Era Informasi, Siapakah Yang Berkuasa?

Era Informasi, Siapakah Yang Berkuasa

“Tulisan ini pertama kali saya publish di akun linkedin saya. Namun karena domain web pribadi saya baru ini mulai saya ubah dan ditambahkan ruang baru untuk tulisan-tulisan, maka saya repost tulisan dari akun linkedin saya ke web ini, semoga semakin banyak yang bisa membaca dan mengambil manfaat dari tulisan ini. Silahkan simak tulisan di bawah ini”..

Tepat kemarin sore seorang sahabat menghubungi saya melalui Whatsapp dimana ia bercerita bahwa dia ingin membangun kembali bisnis media cetaknya dan menawarkan iklan di majalah yang akan ia terbitkan. Sebelumnya memang sahabat saya ini pernah menjalankan usaha media cetak namun sempat vakum selama satu tahun.

Sebagai seorang sahabat saya mendukung apa yang sedang ia rencanakan dan akan dia jalankan dan bersedia mamasang iklan di majalah yang akan ia terbitkan. Obrolan pun berakhir dengan saling menyemangati bisnis yang sedang kami jalankan masing-masing.

Satu hari kemudian ( Hari ini )

Tepat satu hari kemudian setelah percakapan selesai, disaat santai sambil melihat apa yang lagi ramai di beranda facebook saya, suatu notifikasi facebook dari group Ahensi & Ex Ahensi ada suatu postingan yang memberitahu bahwa ada sekitar 8 media cetak yang secara resmi menyatakan terakhir terbit di tanggal-tanggal pertengahan bulan Desember 2016 ini. Yang artinya mereka akan menutup media mereka di lini media cetak.

Melihat kabar yang ramai di group tersebut saya langsung teringat dengan sahabat saya yang baru saja kemarin mengatakan akan kembali menerbitkan majalah cetak. Dengan screenshoot informasi yang saya ambil dari group facebook tersebut saya sampaikan bahwa media-media cetak yang besar sudah mulai beralih ke ranah digital/online media. Dengan hati-hati saya menyarankan sahabat saya ini agar mengubah haluan dari media cetak ke media online.

Melihat Peluang

Ia pun dengan percaya diri tetap ingin menjalankan bisnis media cetaknya, “selama 40 tahun kedepan media cetak masih akan diminati” begitu yang ia baca dan ia yakini. “Kalaupun seluruh media cetak beralih ke online, kami justru bersyukur karena hanya kami sendiri yang menjadi media cetak.” Ujar sahabat saya ini.

Untuk menjangkau lebih banyak pembaca, media online masih lebih murah & lebih mudah di akses oleh pembaca” saya katakan, menanggapi komentarnya.

Untuk di awal kami (akan) tetap di media cetak dulu, karena belum semua bisa leluasa mengakses dengan website/online, memang ada arah kesana.” tanggapannya menanggapi komentarku.

Memang belum semua orang bisa menjangkau online, tapi jumlah pengguna internet aktif di Indonesia sampai tahun 2016 sudah lebih dari 100 juta pengguna. Itu peluang yang lebih besar kalau kamu tertantang untuk terjun ke online media. Tapi tidak apa-apa, kalau mau tetap di media cetak dulu, saya mendukung” menanggapi komentarnya. Sebagai sumber referensi, silahkan baca berita dari situs kompas: 2016, Pengguna Internet di Indonesia Capai 132 Juta.

Fenomena media cetak yang mulai beralih ke digital/online, ada suatu perubahan yang harus diikuti agar bisnis yang dijalankan tetap bisa berkembang menyesuaikan keaadaan zaman. Banyak dari bisnis yang mampu bertahan lama adalah mereka yang mampu terus berinovasi menyesuaikan perkembangan zaman dan tidak mengesampingkan manfaat teknologi dari bisnis mereka. Mereka yang tertinggal seringkali adalah mereka yang terlambat menyadari bahkan tidak sama sekali memanfaatkan teknologi yang berkembang belakangan ini.

Perkembangan Peradaban Manusia

Pada masa-masa ribuan tahun yang lalu, manusia berburuh ke hutan untuk mencari penghasilan. Kemudian disaat orang-orang mulai bosan mulai dengan berburuh, mereka berpikir dari pada menghabiskan tenaga untuk berburuh mereka memilih untuk berternak dan bercocok tanam, dengan begitu mereka bisa mendapatkan lebih banyak pendapatan tanpa harus berburuh. Pada masa ini, tuan tanah yang memiliki lahan luas maka ia akan semakin berjaya.

Era pun berkembang semakin maju. Perkembangan ilmu pengetahuan membuat tatanan peradaban manusia berubah, orang mulai mempelajari sumber daya alam, pertambangan minyak, timah, batu bara mulai dikembangkan. Di era ini, mereka yang punya tanah luas dan bisa di tambang yang semakin berjaya.

Era Informasi

Namun dua dekade terkahir ini kondisi dunia berubah begitu cepat. Kita sudah memasuki era dimana suatu informasi begitu deras mengalir. Teknologi informasi berkembang secara masif, perusahaan IT bermunculan. Startup-startup dipimpin dan dijalankan oleh anak muda yang kreatif dan energik. Di era ini, bukan lagi mereka yang memiliki lahan yang luas, bukan lagi mereka yang memiliki tanah yang bisa di tambang yang akan memenangkan persaingan, tapi mereka yang bisa mengakses informasi secara cepat, aktual serta bisa memanfaatkannya, ialah yang akan memenangkan persaingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *