Perlukah Tim Startup Digital Bergabung ke Inkubator

Perlukah-Tim-Startup-Digital-Bergabung-ke-Inkubator

Tulisan ini pertama kali saya posting di akun instagram  pribadi saya (@mahafidzcom ) sebagai caption salah satu post saya. Setelah beberapa waktu terlintas dipikiran, mungkin tulisan ini bisa bermanfaat lebih luas jika di share di tempat yang berbeda, maka dari itu saya putuskan untuk merepostnya dalam web ini.

Dalam sebuah kesempatan saya bertemu serorang mahasiswa IT di salah satu kampus swasta di Jogja, dia bercerita bahwa ada temannya yang menyampaikan bahwa mengikuti inkubator startup itu menghambat startup, benarkah begitu adanya?

Saya mencoba menjawab pertanyaan itu, penjelasan kurang lebih seperti ini,

Ketahui terlebih dahulu startup seperti apa yang sedang kita jalani, core bisnisnya dimana dan background tim kita itu seperti apa. Tergantung kondisi internal startupnya. Selain membangun lingkungan yang baik bagi para tim di dalam startup, tujuan dari inkubator startup biasanya adalah lebih ke arah mentoring, tim startup akan dibimbing bagaimana cara membuat produk, mengubah ide menjadi nyata, kerennya “make it happen!”, memasarkan produk itu ke pengguna pertama dari produk mereka atau bahasa kerennya “early adopter“.

Proses inkubasi ini biasanya selama 3 bulan bahkan ada yg lebih lama, peserta inkubasi diberikan fasilitas seperti ruangan untuk berdiskusi, akses ke orang-orang yang akan memberikan bimbingan ke mereka (mentor), biasanya founder atau senior dari perusahaan yang sudah lebih dulu menjalankan bisnis.

Peserta yang mengikuti inkubator umumnya adalah tim yang mana tim itu baru saja menemukan suatu ide. Biasanya mereka meyakini ide itu akan memberikan solusi yang mengubah hidup banyak orang ke arah yg lebih baik atau membuat sesuatu menjadi lebih mudah jika mereka bisa membuat ide itu menjadi nyata, idealismenya begitu. Orang-orang seperti ini biasanya membuat kita takjub ketika mendengarkannya bicara. Namun beberapa ada yang lebih realistis mengatakan, “jika ide ini terwujud, maka startup akan mendapatkan banyak uang“, klasik tapi ini lebih masuk akal menurutku, karena startup butuh dana juga untuk berkembang dan ada juga founder yang membuat startup karena ingin dibilang keren, hmm untuk alasan yang ketiga ini terus terang aku sampaikan, kalo tujuannya untuk ini sih oke-oke aja, tapi, tapi hem *narik nafas panjang dulu*. Men, kerja di startup nggak se santai itu!.

Balik lagi ke pertanyaan tadi, perlukah sebuah tim startup masuk ke akselerator, sebelum itu saya tanya dulu ke tim.

Sudah bisakah tim startupmu memvalidasi sebuah ide?
Sudahkah dikonsep secara matang model bisnisnya?
Apakah tim di startupmu sudah berpengalaman dalam pengembangan aplikasi mulai dari mendesain aplikasi, coding program hingga testing aplikasi?
Apakah tim startup itu terbiasa maintenance aplikasi?
Bisakah tim startupmu menyampaikan apa yang sudah dibuat oleh tim ke calon pengguna/user? Untuk pertanyaan ini kalau memang benar dalam tahap validasi ide harusnya sudah terjawab dari tahap validasi ide.
Apakah di tim startupmu ada orang yang bisa memasarkan produk startupmu disaat produk ini sudah jadi?
Setidaknya beberapa pertanyaan di atas adalah poin minimal yang perlu dijawab oleh suatu tim startup.

Balik lagi, yang lebih tahu kondisinya ya tim dari startup itu sendiri.

Kalau tim dari startup itu sudah bisa berjalan cepat tanpa dibimbing oleh mentor, mengikuti program inkubasi mungkin akan menghambat perkembangan startupmu, tapi kalau timmu merasa belum cukup ketrampilan untuk bersaing dan terjun ke industri startup digital, mengikuti inkubator adalah pilihan yang sangat di sarankan. Karena itu akan membuka wawasan para founder dalam membangun startupnya.

Membangun startup itu bukan sekedar membuat website lalu dengan sendirinya orang akan menggunakannya, ketika produkmu jadi, perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai. Masuk ke industri digital akan jadi perjalanan yang panjang, selamat bermimpi tentang visimu untuk masa yang akan datang “Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang”, begitu kata pendiri bangsa ini, Ir. Soekarno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *